
Artikel ini menyelidiki secera mendetail penerapan taktik teror yang digunakan sekitar 1.400 tahun yang lalu oleh para Jihadis Islam pertama untuk merampas barang jarahan dan menjadi cepat kaya melalui perampokan. Artikel ini terdiri dari 6 posting yang bersambung. Tujuan utama esay ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan langsung antara Modus Operandi para Jihadis (baca teroris Islam) di jaman Muhammad dan Jihadis jaman sekarang.
(Salah satu buku Islam yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama damai) klik disini
Ada 100 kasus pertempuran bersenjata yang diselidiki sebabnya, waktunya, tempatnya dan orang2 yang terlibat. Hasil detail penyelidikan ini ternyata sangat menyayat perasaan, membuat orang jadi tercengang. Dari hasil ini tampak jelas, tanpa keraguan sedikit pun, kesamaan yang menggiriskan antara pejuang2 Islam di jaman Muhammad dan di jaman ini. Hampir semua kasus pertempuran, terjadi karena serangan2 teroris agresif oleh prajurit2 Muslim. Jihadis Islamlah yang selalu memulai penyerangan, di banyak kasus tanpa ada alasan atau gangguan yang nyata. Serangan teror yang dilakukan prajurit Muslim dengan buas ini termasuk pembantaian, pemusnahan ras, pengusiran ras, pembunuhan atas balas dendam, pembunuhan karena alasan politik, dan di banyak kasus, semata-mata adalah perampokan dan penjarahan belaka. Muhammad melakukan serangkaian teror dan penjarahan untuk menghadiahi pengikut2nya dengan barang2 jarahan yang mudah dirampas seperti tanah, harta benda, budak, dan wanita.. Kegiatan teror dan perampokan ini membuat para Jihadis itu begitu kaya, sehingga dapat membiayai diri sendiri dan ini sangat penting bagi berdirinya kekuasaan Islam di seluruh Jazirah Arabia
Kebanyakan penulis biografi Muhammad menulis laporan panjang tentang perang2 yang terkenal antara prajurit Muslim dan prajurit2 non-Muslim. Perang2 besar ini berjumlah sekitar tiga belas dan semuanya ditulis dengan lengkap oleh ahli2 sejarah. Akan tetapi, justru pertempuran2 yang kecil yang merupakan kejadian2 yang paling penting untuk mengungkapkan seberapa besar kebuasan, kekejaman, sifat barbar, keserakahan tanpa batas, penjarahan, kelicikian dan nafsu seks yang tak terpuaskan dari orang2 Islam awal. Ini adalah penemuan yang mengejutkan dan tadinya dirahasiakan baik2 diantara orang2 Islam. Sebenarnya agak menyedihkan kalau diingat hanya sedikit sekali ahli sejarah yang berusaha menyelidiki detail dari kegiatan2 teror yang “kecil” dan “tak penting” ini.
Banyak hukum Syariah yang kejam ditulis berdasarkan contoh2 yang ditetapkan Muhammad dan pengikutnya selama melakukan serangkaian perang dan teror berdarah. Banyak ayat2 Quran yang berhubungan dengan kejadian2 perang ini. Sejak keberadaan hukum Syariah dan Quran adalah mutlak dan utuh untuk selamanya, maka tidak ada harapan isinya dirubah agar kelihatan lebih damai.
Artikel panjang ini berdasarkan keterangan yang dikumpulkan dari berbagai sumber informasi Islam yang sempurna. Tapi, pertama-tama, tentunya kita mesti sadar bahwa informasi “sempurna” ini telah disensor, disaring, dengan teliti dan segala elemen yang ‘mengerikan’, telah dibuang sebisa mungkin sebelum dipublikasikan untuk umum. Meskipun begitu, kita tetap saja menemukan informasi/kejadian yang mengejutkan, sukar dipercaya, dan barbarik yang tersembunyi dalam2 di buku2 Islam yang autentik. Upaya2 bedah plastik di buku2 Islam merupakan cara cerdik para ‘dokter’ Islam untuk menipu dunia tentang isi Islam yang sebenarnya karena semua orang sangat ragu untuk percaya bahwa Islam adalah agama damai.
Sumber :exmuslim.wordpress.com






